Langsung ke konten utama

Postingan

Artikel, Opini Publik

DUKA DALAM NATAL

DUKA DALAM NATAL (Reflesing; Hari Suci yang Dinodai Dosa) OLEH HENGKI WAMUNI         Damai milik mereka, sukacita milik mereka. Piluh, dukacita, nestapaan dan tangkis milik kami. Hujan tangisan membasahi bumi papua dan semua orang mengalami duka dan rasa kita bersama. Bayang-bayang yang samar hamparan suramnya hidup ini. Hidup ini keterpaksaan mereka dan bukan pillihan kami. Harapan hidup sudah ditelang oleh bencana tanah ini tanpa kasih sayang oleh sang ratu-ibunda. Barangkali tampak cawa, tawa yang menghasi wajah menutupi luka parah yang tak ada harapan sembuh? Sakitnya sampai menyusuk jiwa. Ku terus bertanya-tanya apakah Tuhan mula bosan jika kita masih terus hidup atas keterpaksaan mereka dan bukan pilihan kita di atas tanah leluhur kita sendiri?          Hari akbar orang Kristen di seluruh dunia telah menyambut bulan Natal yang penuh sukacita. Menyambutnya hari berkah profan kedamaian, mengosongkan diri untuk mengambi...

Postingan Terbaru

DISKUSI SEPAHAM "KITA SADAR DIRI"

BERANDA: DISKUSI SEPAHAM (KITA SADAR DIRI)

INDUSTRI-SOCIETY

BENIH SAIERI

NARASI PERSONIFIKASI

GEREJA BERADA PADA GARIS NETRAL DAN UNIVERSAL TERLEPAS DARI SEKULARISME

CORETAN KENANGAN

CAT KENANG

MUNCULNYA NAMA SUKU

MURTAD KARAKTER DOSA DIKERJAKAN KEBENARAN