Komparatif Manusia dan seekor burung Pipit
(Matius 10:29)
Membandingkan senilai derajat burung dan manusia mempunyai level yang berbeda sesuai Natur ciptaan pada setiap ciptaan Allah.
Segenap ciptaan Allah memiliki Natur dan takdir yang Allah sendiri menetapkan berdasarkan dengan terminologi Kreasi (Kehendak, Mahakuasa dan perintah) semuanya itu dikerjakan atas dasar hikmat Allah yang beromnipoten.
Dengan pengantar ini, maka sesuai harga dan martabat yang diberikan tinggi kepada manusia yang berbeda dengan ciptaan lainnya, sesuai penentuan dan patokan sebagai manusia yang memiliki citra dan gambar Allah untuk mewakili Allah dalam menjaga dan mengupayakan mandat Allah di bumi ini.
Kembali pada nas di atas bahwa: Mengapa Yesus ambil contoh ini untuk berikan bandingkan manusia dan ciptaan lain?
Nah, dalam dunia keberadaannya yang ambruk karena dosa, tentu manusia mengalami banyak tandangan dan ujian sebagai suatu keharusan dalam kehidupan ini.
Tandangan hidup merupakan suatu hal yang wajar dan bagian hidup tanpa pelak harus melewati proses itu. Dalam persoalan ini, pada siapakah kita menaruh harapan? Kepada siapakah kita harap pertolongan? Kepada siapakah kita minta perlindungan, kekuatan, kesanggupan?
Tidak lain adalah, hanya Tuhan yang Mahakuasa siap untuk datang selamatkan dan tolong kita, jika kita harap kepada-Nya.
Tandangan itu datang beragam persoalan dalam setipa tempat kita. Kewalahan finansial dalam proses berpendidikan, pengangguran karena lapangan kerja terbatas, usaha yang mengalami bangkrut, dalam koalisi politik yang kalah, putus cinta, gagal harapan.
Ketika beragam persoalan ini datang menimbah kami, kepada siapakah harapan pertolongan?
Firman Tuhan memberikan solusi bagi kita, Rasul Paulus menegaskan: Serahkan segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu (1 Petrus 5:7).
Siapa yang engkau antarkan lintas ombak menderuh, Nabi Yeremia menekankan: Diberkatilah orang yang mengantarkan Tuhan yang menaruh harapan pada Tuhan (Yeremia 17:7). Karena itu janganlah bersandar pada pengertian mu sendiri, tetapi percayalah kepada Tuhan (Amsal 3:5).
Oleh karena itu, di dunia ini tidak ada tempat tumbuan harapan, hanya selain Tuhan yang janji tuk setia dan hadir dalam setiap persoalan kita (Matius 10:29).
Tuhan memberkati.


Komentar